Jumat, 04 November 2016

3.Mob yang lucu..!!!!



Mob : Yokob berlibur.
=================
Pace Yaklep berlibur ke Bali. Jelang siang hari dia pergi ke pantai Kute. Pace pingin berjemur badan seperti turis-turis asing. Lantas Pace ambil duduk di pasir pas di samping cewek bule. Tidak lama begini mereka dua asik gobrol.
"Anda bekerja dimana ..?" kata sang bule. "Di perusahaan minyak," jelas Pace.
"Ya.. ya.. Anda ternyata orang hebat," lanjutnya. "Iya saya cape sekali, makanya saya berlibur," aku Pace.
"Kalau boleh tahu di bagian apa?" tanyanya lagi.
"Oh.. di bagian penjualan luar," jawab Pace (maksudnya penjual minyak tanah keliling yang biasa pikul jerigen masuk kampung keluar kampung sambil batariak minyak...minyak), dasar bule tidak ngerti dia hanya angguk-angukkan kepala.

Mob : mama inging punya anak perpuan
=================================
Ada seorang mama yang baru saja melahirkan di RSU Sorong. Mama ini sudah pung anak tiga orang laki-laki semua. Jadi ingin sekali punya anak perempuan, supaya dapat "mas kawin" begitu.
Bidan : "Mama, ini anak sudah saya kasih bersih..."
Mama : "Laki-laki atau perempuan kah?" (tanya mama tara mo tengok ke
anaknya).
Bidan : "Laki-laki Mama..."
Mama : "Ah... laki-laki lagi..." (dengan kecewa berat)
Bidan : "Lantas... kitong kasih nama dia siapa?"
Mama : "Kasih nama dia UREP saja... sebab dia pung bapa nama YAKOB."
Bidan : "??!!"
mob : bertahan arguman.
=====================
Orang Amerika dengan sombongnya berkata: "Kami pagi hari memberi suara, sore harinya sudah tahu siapa yang menjadi presiden kami."
Orang Cina dengan sikap dingin berkata: "Aduh, kalian ini bodoh engga? Kami hari ini memberi suara, tahun yang lalu kami sudah tahu siapa presiden kami."
Dengan sikap meremehkan, orang Korea Utara berkata kepada orang Amerika dan orang Cina: "Kami tak usah memberi suara, sejak kecil sudah tahu pemimpin kita siapa."
Dengan sikap apatis, orang Jepang berkata: "Kami selalu memberi suara, tetapi kami tidak pernah mengetahui siapa nanti yang akan menjadi Perdana Menteri."
Orang Rusia dengan tersenyum dingin berkata: "Di negeri kami, bila sudah capek jadi presiden terpilih bisa diganti menjadi Perdana Menteri, dan sebaliknya bila sudah capek jadi Perdana Menteri juga bisa diganti menjadi presiden terpilih."
Setelah memandang mereka masing-masing dengan sikap ragu-ragu, orang Kuba menanya dengan suara lembut: "Bang, seorang pemimpin apa masih bisa diganti?"
Orang Irak menjawab dengan lantang: "Sudah tentu bisa, kenapa tidak! Kalau bukan diri kita yang menggantinya, orang Amerikalah nanti yang akan menunjuk dan mengganti untuk kita."
Semoga terhibur...!!!!

By.Omaken genit
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar